Posted on

Menggunakan Anonim Untuk Menulis Bebas

Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang menulis bebas di area privat untuk bisa melatih menulis dengan baik. Namun, terkadang kita masih tetap ragu apakah tulisan yang kita tulis tersebut apakah benar-benar kita simpan di area yang privat atau mungkin di lain waktu kita berubah pikiran untuk mempublishnya atau menerbitkannya. Alasan untuk menerbitkannya memang bukanlah tidak mungkin terjadi. Untuk bisa mengupdate artikel di blog kita, sesekali kita mungkin sedang tidak bisa menulis artikel yang resmi karena mood yang tidak bagus atau mungkin karena kesibukan yang lainnya. Nah, maka dari itu sebagai blogger yang harus terus mengupdate artikel, menerbitkan tulisan yang semula ingin kita jadikan privat bisa kita lakukan dengan cara yang etis. Kitapun bisa tetap terus berkarya menuliskan ide-ide kita.

Anonim atau menggunakan nama lain menjadi pilihan yang tepat agar kita tetap bisa menulis tanpa harus orang lain tahu siapa kita. Seperti artikel ini. Di blog ini saya pun juga menggunakan anonim agar saya tetap bisa menulis dengan bebas. Prinsip saya masih sama. Selama saya tidak melanggar norma agama, norma kesopanan atau norma kesusilaan, semua itu saya pikir masih sah-sah saja. Toh, saya juga tidak menulis hal-hal yang menyinggung SARA. Dengan menggunakan anonim saya tetap bisa menuangkan ide-ide yang ada dalam pikiran saya. Dan yang terpenting, saya juga bisa belajar berkomunikasi dengan baik melalui tulisan seperti ini. Apalagi bila di tahap awal kita menggunakan teknik menulis cepat. Itu akan lebih baik lagi untuk belajar menulis di awal-awal.

Dengan anonim pun kita juga bisa menulis di tempat lain atau di blog lain semau kita. Bila saya ingin menulis di sini, ya saya akan menulis disini dengan senang hati. Begitu juga kalau mungkin saya bosan di sini, saya juga menulis di tempat lain. Selain untuk memberikan suasana baru, saya juga bisa mengupdate artikel blog-blog saya yang lain. Tidak ada salahnya, bukan kalau kita sekali mendayung banyak hal yang terlampaui?

Saya masih ingat ketika saya suka menggunakan nama Ibnu Yaumih pada saat saya masih kuliah di Malang. Nama ini berarti ibu hari. Dulu saya masih ingat saya merasa sering sekali membuang-buang waktu saya. Masa kuliah saya tidak maksimal dan masih sering saya gunakan untuk hal-hal yang sia-sia. Saya masih sering main ke sana kemari tanpa ada tujuan yang jelas. Nah, dengan nama itu saya berharap saya bisa tetap ingat kalau saya harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Paling tidak di hari itu saya harus bisa memaksimalkan semua potensi saya. Dan Ibnu Yaumih bisa di artikan untuk itu. Artinya, saya bisa menggunakan hari itu dengan hal-hal yang positif dan maksimal buat saya. Itu saja.Terlepas dengan cara itu berhasil atau tidak mungkin dari diary yang saya tulis baru bisa saya lihat bagaimana pengaruhnya dalam sikap dan kepribadian saya saat itu.

Andapun mungkin memiliki nama anonim yang lebih sesuai dengan Anda. Anda bisa mencari kira-kira nama apa yang cocok untuk Anda, atau mungkin mana yang sesuai dengan visi dan misi Anda sekarang ini. Paling tidak, dengan nama anonim ini kita bisa menggunakannya untuk tetap terus bisa menulis secara bebas. Tanpa takut ataupun malu bila di ketahui oleh orang banyak. Apalagi bila memang Anda memiliki rasa malu atau rasa percaya diri yang kurang. Selamat mencoba. (IY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *