Posted on

Pengalaman Membeli Tanaman Lewat Online

Dulu, saya pernah membeli bibit tanaman secara online di salah satu toko tanaman online. Berhasil? Berhasil. Pada saat itu saya membeli cempedak durian satu buah, nangkadak satu buah dan durian satu buah. Pada awal-awal datang, saya sempat ragu karena paling tidak perlu dua sampai tiga hari untuk proses pengiriman barang ke kota saya di Tulungagung. Pengiriman tanaman yang saya beli ternyata dari Malang dan memang butuh beberapa hari.

Saat datang, saya masih agak sangsi. Padahal, ke tiga tanaman tersebut di kemas dalam kardus kotak dengan ukuran sekitar 15 cm x 15 cm dengan panjang sekitar 60 cm. Saat membukanya pun rasa penasaran masih menyelimuti pikiran saya. Kondisi tanaman tersebut ternyata di pangkas daunnya. Media tanahnya di sisakan sedikit dan di bungkus dengan plastik. Mungkin agar media tetap lembab menjadi salah satu tujuannya. Sedangkan pemangkasan daun dilakukan dengan tujuan agar penguapan pada tanaman sedikit berkurang pada saat tanaman dalam pengiriman.

Setelah packing terbuka, tanaman langsung saya tanam dalam pot. Diameternya mungkin tidak terlalu besar karena hanya sekitar 30cm. Sedangkan untuk nangkadaknya saya tanam dalam polybag dengan diameter sekitar 25 cm. Di rumah saya memang tidak ada lahan yang bisa di tanami oleh tanaman buah seperti ini. Maka dari itu saya hanya bisa menanamnya di pot untuk sementara waktu. Harapannya, nanti bila sudah ada lahan baru bisa di pindah. Walaupun saya tidak tahu itu kapan. Tanaman tersebut saya jadikan satu dengan tanaman yang lain yaitu di serambi rumah yang teduh meskipun porsi untuk sinar matahari sebenarnya bisa dikatakan kurang.

Beberapa hari setelah penanaman memang tanaman terlihat layu. Namun akhirnya tunas baru muncul pada batang pohon yang menandakan tanaman ini Insya Allah akhirnya bisa hidup walaupun sempat ragu. Semua tanaman yang saya beli tersebut akhirnya bisa tumbuh meskipun dalam pot dan saya letakan di area yang kurang begitu mendapatkan sinar matahari.

Karena tidak ujung segera di pindah ke media tanah akhirnya ketiga tanaman tersebut hanya cempedak dan nangkadak yang mampu bertahan hidup. Karena tak ingin terjadi hal yang sama pada durian, maka cempedak dan nangkadak saya tanam di tanah di depan rumah. Keduanya saya tanam berdekatan karena lokasi yang terbatas. Barusan saya sadar hal tersebut tidak bagus karena salah satu tanaman tertutupi tanaman yang lainnya dan akhirnya kekurangan sinar matahari. Dan pohon cempedaklah yang menjadi korban. Di saat nangkadak tumbuh dengan baik, berbeda sebaliknya dengan cempedak. Karena kurang sinar matahari, cempedak tidak bisa besar dan tidak mampu tumbuh berkembang dengan baik. Saat ini, padahal usia kedua tanaman itu hampir sama yaitu satu setengah tahun saat saya tanam hingga sekarang.

Pada saat bulan puasa kemarin, saya juga mencoba membeli kembali tanaman. Yang saya beli masih sama yaitu cempedak karena selain saya masih penasaran, saya juga belum berhasil menanam tanaman yang mempunyai ciri khas bulu yang lebih lebat pada ujung tanaman ini. Tempat membelinya memang berbeda dengan toko online tanaman yang dulu waktu pertama kali saya membelinya. Selain tokonya berbeda, saya juga mencoba di marketplace yang berbeda. Yang membuat saya lebih senang lagi, saya mendapatkan bonus tanaman juga di paket yang di sertakan meskipun saya tidak begitu suka dengan tanaman tersebut. Tapi ya tidak apa-apa, namanya juga gratis. Mungkin karena saya belinya dua buah kali, ya.

Yang membuat saya agak terkejut, ternyata pengirimannya sangat cepat. Hanya dua hari tanaman sudah sampai di rumah saya. Saya memang tidak tahu dari mana tanaman ini di kirim. Padahal lokasi saya di Tulungagung yang biasanya tidak ada paket cepat seperti YES pada JNE dan lain-lain. Yang ada hanya paket reguler karena memang bukanlah kota besar yang bisa di jangkau dengan cepat. Kondisi barangnya? Mungkin pembelian yang ini memang berbeda dengan pembelian yang dulu waktu pertama kali saya lakukan. Yang ini, daun tidak di pangkas dan daun pada tanaman terlihat lebih layu. Dengan kondisi tersebut, saya lebih optimis karena daun lebih lengkap dan insya Allah saya berharap tanaman bisa segar kembali untuk beberapa hari kemudian.

Setelah barang sampai, tanaman juga langsung saya tanam. Ada keterangan panduan untuk menanam dan perawatannya di dalam kemasannya. Saya langsung melubangi teras agar bisa tembus kedalam tanah. Yang satunya, tanaman saya letakkan di bawah pagar yang memang sudah langsung ke tanah. Kedua tempat tersebut memang tidak terkena sinar matahari langsung. Sehingga pas bila di jadikan sebagai tempat penanaman awal sehingga tanaman tidak kepanasan. Setelah di tanam, tanaman cempedak ini juga saya siram hingga benar-benar basah seperti saya menangani penanaman yang biasanya.

Hari pertama, tanaman tersebut memang menjadi lebih layu dari kondisi kemarin. Hari berikutnya, tidak ada tanda-tanda yang lebih baik. Sebaliknya, kondisi tanaman menjadi lebih layu. Saya sempat memfoto tanaman tersebut untuk mengetahui perkembangannya. Setelah 5 hari, tanaman menjadi kering. Karena itu, maka saya mencoba menghubungi penjualnya untuk menanyakan langkah-langkah apa yang harus saya lakukan agar tanaman bisa segar kembali atau paling tidak bisa di selamatkan. Setelah mendapat nomor WA, saya pun menanyakannya. Foto tanaman juga tidak lupa saya lampirkan. Dan ternyata, katanya penjualnya ada garansi untuk penggantian tanaman.

Namun, karena pada saat itu masih hari libur lebaran, maka toko tanaman sedang tutup. Jadi, saya ucapkan terima kasih dan saya coba nanti akan menghubunginya kembali setelah toko buka kembali. Paling tidak setelah lebaran saya akan coba kembali. Sampai dengan tulisan ini saya buat, toko masih libur. Jadi, nanti bila sudah  ada perkembangan akan saya coba update kembali lewat tulisan di sini.

Sedangkan tanamannya, sekarang masih dalam kondisi kering. Saya mencoba untuk membuka kulit di bagian bawah tanaman dan ternyata masih ada getahnya yang menandakan tanaman masih ada peluang untuk hidup. Namun, itu untuk tanaman bagian bawahnya atau tamana induknya. Sedangkan bagian atasnya yang merupakan sambungan dari proses okulasi saya tidak berani membukanya karena batangnya yang berukuran kecil. Saya khawatir tanaman akan kenapa-kenapa bila saya membuka sebagian kulitnya untuk mengetas tanaman masih hidup atau tidak.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *