Posted on

Cara Mengatasi Anak Suka Mengedipkan Mata?

Apakah Anda pernah mengalami hal yang seperti saya? Saya sangat sedih sekali ketika ternyata saya mendapati anak saya yang berusia 5 tahun suka mengedipkan matanya. Dia sesekali seperti suka mengedipkan matanya dengan kuat-kuat, dan bukan seperti kita saat mengerdipkan mata. Pertama kali, saya menganggap hal tersebut di akibatkan oleh rambutnya yang terlalu panjang sehingga helaian rambutnya masuk ke dalam matanya. Dulu waktu seusia tiga tahun, dia pernah mengalami hal ini sehingga saya tahu dengan pasti penyebabnya. Setelah rambutnya saya potong pendek, kebiasaan tersebut lama kelamaan hilang.

Tapi, sekarang kebiasaan tersebut muncul kembali.  Tidak seperti dulu yang mengerdipkan matanya seperti biasa, sekarang ini malah sepertinya lebih kuat saat mengerdipkan matanya. Hal tersebut sering sekali apalagi saat rambutnya terlepas dari talinya terlebih saat bermain. Secara tidak sadar, anak anak mengerdipkan matanya kalau ada helaian rambut yang masuk. Dasar anak-anak, bukannya memperbaiki rambutnya tapi malah sibuk dengan permainannya. Kalau saya tahu kenapa saya tidak langsung memperbaiki rambutnya? Iya, saya langsung memperbaikinya kalau ada saya. Tapi bagaimana bila di sekolah saat tidak dalam pengawasan saya.

Lalu apakah saya memotong rambutnya kembali pendek seperti dulu seperti cara yang dulu pernah saya lakukan? Iya juga. Saya juga memotong rambutnya. Tapi sampai beberapa hari kebiasaan tersebut tidak kunjung hilang. Saya bingung bagaimana mengatasinya. Sampai-sampai karena saya jengkel, saya sering memarahinya bila saya mendapati dia seperti itu.  Dari beberapa artikel yang saya dapat di internet katanya memang dengan memarahinya tidak akan menyelesaikan masalah dan malah membuatnya merasa tertekan. Tapi mau bagaimana lagi, kalau sudah lupa saya juga kadang keceplosan juga.  Karena takut atau mungkin karena apa, dia sepertinya mau membiasakan mengerdipkan matanya secara normal. Tapi karena sudah kebiasaan, dia hanya menahan saat ingat atau saya marahi saja. Kalau sudah sibuk bermain, dia lupa lagi dengan kebiasaanya tersebut.

Saya juga menduga kebiasaan tersebut di akibatkan oleh seringnya dia menahan ngantuk. Bagaimana tidak, dia sangat suka bermain hingga lebih mengorbankan tidurnya hanya sekedar untuk bermain. Diapun mau tidur setelah di paksa atau memang benar-benar tertidur. Saya coba treatment agar tidak siang dengan harapan agar dia mengantuk dan bisa tidur lebih awal mulai kemarin. Dan hari ini setelah bangun tidur di pagi hari, sepertinya kebiasanya sudah sedikit berkurang bila dibandingkan dengan kemarin.

Semoga saja dengan cara tersebut kebiasaannya bisa hilang dan anak saya bisa kembali normal. Jadi, semoga tidak sampai ke dokter karena takut saja bila sampai ke sana. Bila pembaca ada yang pernah mengalami hal seperti saya dan punya solusi, tolong silahkan berbagi tipsnya ya. Silahkan isikan di kolom komentar. Semoga bisa menjadi panduan buat orang tua yang lain yang mengalami hal serupa ini dan kita semua bisa mengatasi hal ini. (sp)